Sebagai perempuan dengan size plus, mungkin kamu sering jengkel dengan pertanyaan “kok gendutan” yang ditujukan padamu. Meski sekadar pertanyaan basa-basi, pertanyaan semacam ini lebih sering menjurus pada bullying fisik dan itu tidak baik. Wajar sih sebagian perempuan bertubuh besar rasanya sudah gerah merespon pertanyaan ini. Kalau tidak direspon, nanti dibilang tidak sopan. Kalau direspon, nanti malah diceramahi. Kalau dijutekin, nanti jadi bahan omongan baru. Duh, serba salah ya! Tenang, Fabi mau kasih lima respon cerdas buat kamu yang sering menerima pertanyaan “kok gendutan”. Ini dia jawabannya!

 

“Kok Gendutan?” Jawab Saja: “Gendut Tanda Bahagia dan Makmur”

Kamu tidak perlu marah kalau ada teman, tetangga, atau saudara jauh yang berkomentar perihal bentuk badanmu. Kamu cukup menjawab dengan senyuman bahagia, “Iya nih. Gendut kan tanda lagi bahagia banget. Kebetulan lagi tambah makmur juga!”. Meski sederhana, jawaban kamu ini bisa cukup menyentil orang yang selalu berkomentar tentang tubuhmu. Berani coba?

 

“Tambah Gendut Berarti Rezekinya Makin Banyak”

Analogikan saja kamu akan lebih sering makan ketika dibilang tambah gendut. Jika kamu sering makan, itu tandanya kamu sedang memiliki rezeki banyak. Jadi, tangkis pertanyaan “kok gendutan” dengan respon yang sedikit menunjukkan keadaan ekonomimu sekarang. Jawab saja, “Biarin. Mumpung belakangan ini bisa dapat rezeki banyak nih!”. Jawaban ini sekaligus bisa memberikan gambaran rasa syukur kamu diberi tubuh besar karena kelimpahan rezeki dari Tuhan. Cerdas kan?

 

Respon yang Agak Nyentil: “Mending Makan Banyak daripada Keseringan Makan Hati”

Kalau sudah jengkel dan kesal dengan pertanyaan “kok gendutan”, sesekali kamu boleh meresponnya dengan agak sinis. Jawaban “mending makan banyak daripada makan hati” bisa cukup membungkam orang yang mengajukan pertanyaan tersebut padamu. Dengan respon ini, kamu mau menunjukkan bahwa topik yang dia lempar sungguh tidak menarik untuk dibahas. Meskipun nanti dia bisa sakit hati, setidaknya ini bisa juga menjadi pelajaran buatnya.

 

Kok Gendutan?” Santai, Kasih Jawaban Ini Saja: “Yang Penting Kan Sehat!”

Selama kamu sehat dan jarang sakit, syukurilah kondisi tubuhmu sekarang. Jadi, kalau ada orang yang terlalu suka nyinyir dengan bentuk badanmu, beri tahu saja jawaban “biarin gendut, yang penting sehat!”. Respon ini menunjukkan kamu santai dan tetap bahagia dengan badanmu yang sekarang. Bukankah kesehatan jauh lebih penting daripada sekadar bentuk badan yang bagus?

 

Mau Jawaban “Kok Gendutan” yang Lebih Santai? Jawab Begini: “Lah, Kan dari Dulu Sudah Gendut!”

Kalau kamu adalah tipe yang suka melawak dan membuat orang tertawa, kamu bisa memberi jawaban paling santai “Kan dari dulu juga sudah gendut! Hahahahaha”. Respon yang terlihat santai ini juga bisa otomatis mematahkan pertanyaan basa-basi yang sesungguhnya tidak perlu diutarakan. Dijamin deh pertanyaan ini akan jarang ditanyakan oleh orang yang sama kepadamu. Pernah mencobanya?

 

Nah, respon cerdas mana nih yang pernah kamu gunakan untuk melawan pertanyaan “kok gendutan”? Buat kamu yang belum memiliki keberanian untuk menjawab pertanyaan basa-basi tersebut, semoga dengan ini kamu bisa menjadi modal supaya lebih berani ya!